METODE CERAMAH
Ceramah
adalah penuturan atau penerangan secara lisan oleh guru terhadap kelas. Alat
interaksi yang terutama dalam hal ini adalah “berbicara". Dalam ceramahnya
kemungkinan guru menyelipkan pertanyaan pertanyaan, akan tetapi kegiatan
belajar siswa terutama mendengarkan dengan teliti dan mencatat pokok pokok
penting, yang dikemukakan oleh guru; bukan menjawab pertanyaan-pertanyaan
siswa.
Dalam
lingkungan pendidikan modern, ceramah sebagai metode mengajar telah menjadi
salah satu persoalan yang cukup sering diperdebatkan. Sebagian orang menolak
sama sekali dengan alasan bahwa cara sebagai metode mengajar kurang efisien dan
bertentangan dengan cara manusia belajar. Sebaliknya, sebagian yang
mempertahankan berdalih, bahwa ceramah lebih banyak dipakai sejak dulu dan
dalam setiap pertemuan di kelas guru tidak mungkin meninggalkan ceramah
walaupun hanya sekedar sebagai kata pengantar pelajaran atau merupakan uraian
singkat di tengah pelajaran.
Kalau
kita teliti lebih lanjut, sebenarnya alasan-alasan tersebut di atas tidaklah
sama sekali salah, tetapi juga tidak sama sekali benar. Hal yang sebenarnya
adalah bahwa dalam situasi-situasi tertentu, metode ceramah merupakan metode
yang paling baik, tetapi dalam situasi lain mungkin sangat tidak efisien. Guru
yang bijaksana senantiasa menyadari kondisi-kondisi yang berhubungan situasi
pengajaran yang dihadapinya, sehingga ia dapat menetapkan bilamanakah metode
ceramah sewajamya digunakan, dan bilakah sebaiknya dipakai metode lain.
Tidak jarang guru menunjukkan
kelemahannya, karena ia hanya mengenal satu atau dua macam metode saja dan
karenanya ia selalu saja menggunakan metode ceramah untuk segala macam situasi.
Kelemahan ini juga merupakan salah satu sebab mengapa metode ceramab dikritik
orang, dan sering dirangkaikan dengan sifat verbalistis ( kata - kata tetapi
tidak mengerti artinya ).
Situasi di bawah ini sesuai untuk
penggunaan metode ceramah :
· Kalau guru akan menyampaikan fakta atau pendapat dimana
tidak terdapat bahan bacaan yang merangkum fakta yang dimaksud. Sebagai contob:
di suatu kelas SMP, guru mengajarkan Sejarah terbentuknya candi Borobudur. Di
perpustakaan sekolah tidak tersedia bukti yang menggambarkan sejarah candi
tersebut. Maka tepatlah bila guru memberikan penjelasan dengan metode ceramah
· Jika guru akan menyampaikan pengajaran kepada sejumlah siswa
yang besar ( misalnya sekitar 75 orang atau lebih ), maka metode ceramah Iebih
efisien dari pada metode lain seperti diskusi, demonstrasi atau eksperimen.
Sebab dengan diskusi, guru harus mengatur siswa berkelompok dengan mengubah
susunan kursi, sudah tentu dibutuhkan kelas yang besar. Juga guru akan
mengalami kesulitan dalam mengawasi kelompok - kelompok yang berjumlah besar.
Demikian pula untuk penyelenggaraan demonstrasi atau eksperimen untuk jumlah
besar, selain alat-alat yang tidak mencukupi, pengelolaan pengajaran juga
mengalami kesulitan
· Kalau guru adalah pembicara yang bersemangat sehingga dapat
memberi motivasi kepada siswa untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Dalam keadaan
tertentu, sebuah pembicaraan yang bersemangat akan menggerakkan hati siswa
untuk menimbulkan tekad baru. Misalnya ceramah tentang sejarah perjuangan
bangsa Indonesia
· Jika guru akan menyimpulkan pokok - pokok penting yang telah
diajarkan, sehingga memungkinkan siswa untuk melihat lebih jelas hubungan
antara pokok yang satu dengan lainnya. Misalnya, setelah guru selesai
mengajarkan sejarah perjuangan bangsa, kepada para siswa ia memberi tugas untuk
menjawab beberapa pertanyaan yang dikerjakan di rumah. Kemudian pada pelajaran
berikutnya, guru membicarakan bersama tugas yang telah dikerjakan siswa, dan
guru menyimpulkan garis besar sejarah tersebut
· Kalau guru akan memperkenalkan pokok bahasan baru. Dalam
sebuah kelas, siswa telah sampai pada bagian tata bahasa yang membicarakan tata
kata. Untuk itu guru akan menjelaskan perbedaan antara fonetik dan fonemik
dengan berbagai contoh
Kelebihan dan kelemahan metode
ceramah :
Kelebihan :
· Guru menguasai arah pembicaraan seluruh kelas : Kalau kelas
sedang berdiskusi, sangatlah mungkin bahwa seorang siswa mengajukan pendapat
yang berbeda dengan anggota kelompok yang lain, hal ini dapat mempengaruhi
suasana dan diskusi jadi berkepanjangan bahkan sering menyimpang dari pokok
bahasan. Tetapi pada metode ceramah hanya guru yang berbicara, maka ia dapat
menentukan sendiri arah pembicaraan.
· Organisasi kelas sederhana : Dengan ceramah, persiapan
satu-satunya bagi guru adalah buku catatannya. Pada seluruh jam pelajaran ia
berbicara sambil berdiri atau kadang-kadang duduk. Cara ini paling sederhana
dalam hal pengaturan kelas, jika dibandingkan dengan metode demonstrasi dimana
guru harus mengatur alat - alat. Atau dibandingkan dengan kerja kelompok,
dimana guru harus membagi kelas ke dalam beberapa kelompok, ia harus merubah
posisi kelas.
Kelemahan :
· Guru tak dapat mengetahui sampai di mana siswa telah
mengerti pembicaraannya. Kadang - kadang guru beranggapan bahwa kalau para
siswa duduk diam mendengarkan atau sambil mengangguk - anggukkan kepalanya,
berarti mereka telah mengerti apa yang diterangkan guru. Padahal anggapan
tersebut sering meleset, walaupun siswa memperlihatkan reaksi seolah-olah
mengerti, akan tetapi guru tidak mengetahui sejauh mana penguasaan siswa
terhadap pelajaran itu. Oleh karena itu segera setelah ia berceramah, harus
diadakan evaluasi, misalnya dengan tanya jawab atau tes.
· Kata-kata yang diucapkan guru, ditafsirkan lain oleh siswa.
Dapat terjadi bahwa siswa memberikan pengertian yang berlainan dengan apa yang
dimaksud oleh guru. Kiranya perlu kita sadari bahwa tidak ada arti yang mutlak
untuk setiap kata tertentu.
Kata-kata
yang diucapkan hanyalah bunyi yang disetujui penggunaannya dalam suatu
masyarakat untuk mewakili suatu pengertian. Misalnya: kata modul, bagi siswa
SLTP Terbuka dan mahaiswa UT diartikan sebagai salah satu bentuk bahan belajar
yang berwujud buku materi pokok. Sedangkan bagi para astronout, modul diartikan
sebagai salah satu komponen dari pesawat luar angkasa. Itulah sebabnya maka
setiap anak harus membentuk perbendaharaan bahasanya berdasarkan pengalaman
hidupnya sehari-hari. Selama ada persamaan pendapat antara pembicara dengan
pendengar, maksud pembicaraan akan dimengerti oleh pendengar.
Kalau guru menggunakan kata - kata
abstrak seperti “keadilan”, “kepribadian”, “kesusilaan”, mungkin bagi setiap
siswa tidak sama pengertiannya, atau sangat kabur mengartikan kata - kata itu.
Lebih-lebih lagi bila kata-kata itu dirangkaikan dalam kalimat, akan semakin
banyak kemungkinan salah tafsir dari pembicaraan guru. Itulah sebabnya mengapa
sering terjadi siswa sama sekali tidak memperoleh pengertian apapun dari
pembicaraan guru. Oleh karena itu bila guru ingin menjelaskan sesuatu yang
kiranya masih asing bagi siswa, guru dapat menyertakan peragaan dalam
caramahnya. Peragaan tersebut dapat berbentuk benda yang sesungguhnya,
model-model dari benda, menggambarkan dengan bagan atau diagram di papan tulis.
Mempersiapkan bahan ceramah yang
efektif :
a. Langkah - langkah di bawah ini
dapat dipakai sebagai petunjuk untuk mempertinggi hasil metode ceramah :
- Tujuan pembicaraan ( ceramah ) harus dirumuskan dengan jelas
- Setelah menetapkan tujuan, harus diteliti apakah metode ceramah merupakan metode yang sudah tepat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Sering terjadi setelah melihat tujuan dan metode ternyata untuk keperluan ini lebih tepat digunakan metode lain.
b. Menyusun ceramah dengan
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Bahan ceramah dapat dimengerti dengan jelas, maksudnya setiap pengertian dapat menghubungkan pembicaraan dengan pendengar dengan tepat.
- Dapat menangkap perhatian siswa
- Memperlihatkan kepada pendengar bahwa bahan yang mereka peroleb berguna bagi kehidupan mereka.
c. Menanamkan pengertian yang jelas.
Hal ini dapat dilaksanakan dengan berbagai jalan. Salah satu
diantaranya adalah : guru memulai pembicaraan dengan suatu ikhtisar / ingkasan
tentang pokok -pokok yang akan diuraikan. Kemudian menyusul bagian dari pokok
bahasan yang merupakan inti, dan akhimya disimpulkan kembali pokok - pokok yang
penting dari pembicaraan itu. Jalan lain yang dapat ditempuh misalnya, untuk
setiap ungkapan sulit, terlebih dahulu dikemukakan contoh-contoh. Atau guru
terlebih dahulu mengemukakan suatu cerita singkat bersifat ilustratif, sehingga
dapat menggambarkan dengan jelas apa yang dimaksud.
d. Menangkap perhatian siswa dengan
menunjukkan penggunaannya.
Siswa akan tertarik bila mereka melihat bahwa apa yang di
pelajari berguna bagi kehidupan. Sebuah teknik yang sering dapat menguasai
perhatian siswa pada awal ceramah sampai selesai adalah dengan menghadapkan
siswa pada pertanyaan. Dengan pertanyaan itu mereka diajak berpikir dan
seterusnya mengikuti pembicaraan guru.
Directed by : RIDA SUSANTI
Directed by : RIDA SUSANTI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar